Diary Manda
  • Home
  • About Me
  • Bisnis
    • Alzena Shop
    • Tigaraksa
      • Al Qolam
      • Cordoba
      • ETL Learning
      • VIENTA
      • ALMAIRA
    • VTube
    • Tapis Lampung
  • Contact Us





Sayang, aku tak pernah lupa tentang ‘pertemuan’ kita
Meski saat itu aku tak sanggup menatap wajahmu dan berbicara banyak padamu
Namun aku sangat bahagia kita telah mengikat janji setia

Sayang, aku tak pernah lupa saat dimana kita melewati masa perkenalan setelah menikah
Aku merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia

Sayang, aku tak pernah lupa rasa haru saat melihatmu tetap memakan masakanku
Yang ala-ala adanya, yang tak sepandai wanita pada umumnya

Sayang, aku tak pernah lupa saat kau membereskan bekas muntahanku
Sampai-sampai kau tak berangkat bertugas demi menenangkanku

Sayang, aku tak pernah lupa saat kau pijat punggungku yang mulai lelah
Karena mengandung anakmu atau bekerja seharian, menyuci, menyetrika, mengurus anakmu, dll.
Karena pijatanmu itu, aku merasa baikan dan lelap tidurku

Sayang, engkau begitu sabar menghadapi egoku yang masih labil
Dan bahkan saat kita saling berselisih paham

Sayang, aku satu dari sekian manusia
Yang mood swing
Yang mudah termakan kesakitan diri
Saat hati tak mampu menahan luapan rasa
Meski ada banyak cara untuk lampiaskan
Lewat nada dan kata
Atau gambar dan pena
Namun sering aku tak adil
Lampiaskan pada “yang di depan mata”

Sayang, kau sungguh sabar terhadapku
Kau begitu paham bahwa semua itu adalah ego kecilku
Tak semudah terlihat mata
Atau dipendam di dada
Ya, aku hanyalah manusia tak bisa kalahkan hawa nafsu

Sayang, maafkan aku
Sering lampiaskan tanpa makna
Berdalih dengan sesuatu yang benar
Namun lebih sering menjadi onar

Sayang, sungguh hanya keridhoanmulah maka ridho Alloh kan hadir padaku
Bukan sekedar ucap semata bahkan ku rela menahan rasa untuk sebuah ketaatan

Sayang, entah harus bagaimana aku ungkapkan rasa syukur ini
Terimakasih karena selalu ada dan menjadi bagian hidupku
Aku tahu, betapa beruntungnya aku, Alhamdulillah

Doa terbaik untukmu, insyaAlloh

Dariku YANG SELALU MENUNGGUMU dengan sabar MESKI HANYA SEBATAS KABAR

_Aprilia Fitriningsih_

Assalamualaikum sobat.

Alhamdulillah saya hadir kembali di dunia per-blog-an. Sebagai ibu rumah tangga, penyaluran 40.000 kata per hari dengan menulis, ternyata cukup efektif mengubahnya menjadi energi positif. Selain ingin punya catatan tumbuh kembang anak, saya juga ingin menyalurkan unek-unek, sharing pengalaman sehari-hari dan berbagai informasi yang mungkin akan bermanfaat bagi kita semua.

By the way, salam kenal ya... Saya Aprilia Fitriningsih. Bergelar sarjana pendidikan, saya sangat bersyukur bisa menjadi guru bagi ketiga putra-putri saya Kirani (4y) dan si kembar Hamas dan Hamiz (2y).

Setelah sempat mengambil peran di dunia pendidikan (menjadi guru), saya memutuskan untuk 'kembali ke rumah', membersamai anak-anak. Yup, ini bukan tanpa alasan ya. Tapi memang sudah melalui pertimbangan dan komunikasi bersama suami tercinta.



Bagi saya--yang baru 5th menjalani hidup berkeluarga-- tidaklah mudah mengalami fase-fase perubahan yang signifikan dalam menjalani hidup. Dari proses pernikahan by ta'aruf, mengandung, menjadi orang tua, dst. hingga kini saya terus memperbaiki diri, niat, dan tekad untuk terus belajar menjadi lebih baik.

"Belajar sepanjang hayat" sebuah motivasi bagi diri dalam menghadapi segala tantangan. Saya selalu berkomunikasi dengan suami tentang berbagai hal. Sejak awal, kami bicarakan tentang visi dan misi aktualisasi diri masing-masing. Saya berkomitmen akan melaksanakan tugas sebagai istri dan ibu. Selain itu, saya juga ingin melanjutkan profesi publik. In the other side, I told him that I want to learn more, lanjut studi (S2/S3 red.). Bahwa menjadi supporting system bagi suami dan anak haruslah berpendidikan. Ada cita-cita yang ingin digapai sebagai manifestasi dakwah kemasyarakatan : menjadi guru atau dosen profesional.

Tidak. Saya bukan seorang yang sempurna, saya hanyalah seorang wanita yang ingin memberi yang terbaik bagi orang-orang disekitar saya. Ingin selalu bahagia dalam menjalani peran kehidupan. Seorang anak yang belajar menjadi anak. Seorang istri yang belajar menjadi istri. Seorang ibu yang sedang belajar menjadi ibu. Learning by doing. Sebagaimana mana pula, yang saya inginkan dari anak keturunan kami. Berbekal firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa', Ayat 9 :

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًا

"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

Semakin hari, kami pun semakin banyak belajar bahwa mewujudkan cita-cita tidak boleh egois. Hidup kita bersinggungan dengan kehidupan orang lain, keluarga kita salah satunya. Disinilah letaknya perbedaan antara orang yang beriman dan tidak, antara yang memperhatikan adab dan tidak. Segala sesuatu yang diawali dengan niat baik haruslah diiringi dengan usaha untuk berproses dengan baik dan halal. Oleh karena itu, dalam hal ini kami justru sering harus mengalah, menahan ego-ego pribadi, memperhatikan waktu, lebih gigih bekerja, menabung, dan tidak lupa sedekah. Hal yang juga menjadi perhatian khusus adalah menjaga agar anak-anak tak kekurangan kasih sayang dan perhatian karena orang tuanya sibuk bekerja atau urusan lainnya.

Ya intinya : terus belajar, belajar terus. Bukankah segala yang baik juga akan berbuah baik? Bismillah. Semoga Alloh SWT meridhoi. Aamiin.
Postingan Lebih Baru Beranda

POPULAR POSTS

Categories

  • Belajar 1
  • Cinta 1
  • Curhat 2
  • Keluarga 2
  • Kenalan 1

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Hak cipta. Silahkan share (jika bermanfaat) dengan menyertakan sumber. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (2)
    • ▼  Juli 2020 (2)
      • Sepucuk Surat Untuk Suamiku
      • Salam Kenal, Salam Belajar

Followers

Oddthemes

Facebook

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates